JAYAPURA, YOBO.NEWS.BLOG – Jika Negara tidak ingin Gubernur Papua Lukas Enembe mengakhiri masa kepemimpinannya tampa suatu kasus, maka Mendagri bersama presiden segara diberhentikan dia dari jabatannya. Stefanus Roy senantiasa fokus mendampingi Gubernur Lukas Enembe sampai kasus dugaan diskriminasi itu selesai.

Namun itu, pandangan Roy tentang KPK libatkan lembaga pengawas keuangan untuk membenarkan kasus gratifikasi Rp, 1 Milyar, secara psikologis seorang Lukas Enembe tengah mengalami krisis mental dan fisik karena tindakan diskriminasi yang dilakukan negara.

Pelbagai upaya telah dilakukan negara melalui KPK sehingga gubernur Lukas Enembe menjadi target utama negara. KPK libatkan lembaga pengawas keuangan untuk membenarkan kasus gratifikasi Rp. 1 Milyar oleh Gubernur Lukas Enembe.

Lanjut, “Padahal, hingga saat ini negara tak mampu menjelaskan dari mana uang 1 Milyar itu berasal”, ungkap Advokat Stefanus Roy Rening Pengacara Lukas Enembe Kepada Wartawan. Hari Senin, (03/10/2022).

Entah dari proyek insprasturktur, jalan, dan jembatan atau kah dari barang pengadaan. Dan juga sumber dananya dari APBD atau APBN semua masih misterius dan praguda tak bersalah.

Negara mendesign grafik baru untuk membunuh karakter seorang leader di Papua selama Otsus dan pemekaran masih sedang aktif jalan. Jika pejabat negara di Papua diperlukan begini, bagaimana dengan masyarakat asli Papua.

Kasus pembunuhan dan mutilasi masyarakat Nduga di Timika ditutupkan dengan kasus dugaan gratifikasi Gubernur Papua. “Beberapa tahun kedepan negara akan bubar. Karena keadilan negara dalam usut pelbagai persoalan sosial sudah, sedang, dan masih kendor alias cacat”, jelas Stefanus Roy Rening.

Penulis : Cheritian Maga Tekege
Editor : Yobo