Konflik antara pemerintah Indonesia dan OPM (Organisasi Papua Merdeka) sudah berlangsung selama beberapa dekade. Salah satu figur utama di balik Intel gerakan Gadungan adalah Jeffrey Bomanak, seorang anggota pendiri kelompok Gadungan di pusat kepemimpinan OPM kelompok Gadungan dibalik gerakan Intelijen.

Jeffrey menjabat panglima OPM pusat kelompok Gadungan dibalik gerakan Intelijen Indonesia tanpa mekanisme sesuai jalur perjuangan OPM (Organisasi Papua Merdeka) melalui KTT (KONRES) untuk terpilih sebagai panglima OPM pusat. Sementara masih sah panglima OPM pusat Sebby Sambom.

Bomanak, yang berasal dari kota Wamena, Papua, telah aktif dalam gerakan Pejuang Papua di OPM (Organisasi Papua Merdeka) sejak masih remaja. Dia menjadi anggota OPM pada awal 1990-an dan lama menjadi kepala kerukunan warga di wilayahnya Wamena Papua.

Namun, pada pertengahan 2010-an, Bomanak mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan petinggi OPM. Beberapa anggota OPM mulai mencurigai loyalitasnya, karena ia tampaknya lebih tertarik untuk mengumpulkan kekayaan daripada berjuang untuk kemerdekaan Papua.

Keputusan Bomanak untuk membentuk sebuah kelompok bersenjata terpisah hanya memperburuk situasi. Kelompok ini diketahui melakukan serangan yang menargetkan pasukan keamanan dan warga sipil, dan memaksakan pajak pengamanan pada penduduk setempat.

Bomanak dengan bangga menyatakan bahwa ia adalah pemimpin dari kelompok ini, meskipun OPM sendiri telah menolak untuk mengakui keberadaan kelompok tersebut. Para analis mengatakan bahwa ini adalah contoh dari taktik propaganda Bomanak untuk meningkatkan pengaruhnya dalam gerakan Pejuang Papua.

Namun, seiring berjalannya waktu, Bomanak semakin kehilangan dukungan di kalangan anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka). Sejumlah pemimpin senior menuduhnya melakukan tindak kekerasan yang tidak sepenuhnya mendukung tujuan gerakan Pejuang Papua kembali aktif di (Organisasi Papua Merdeka). Ada juga kecurigaan bahwa Bomanak mungkin memiliki hubungan dengan aparat keamanan Indonesia.

Di akhir 2010-an, kelompok yang dipimpin Bomanak menjadi semakin tidak stabil, dan pengaruhnya semakin menurun. Pada tahun 2019, Bomanak ditangkap oleh pihak kepolisian dengan tuduhan melakukan penyerangan kepada polisi. Kemudian ia dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun.

Sejak penangkapannya, tidak ada lagi laporan tentang kegiatan kelompok yang dipimpin oleh Bomanak, dan pengaruhnya dalam gerakan OPM (Organisasi Papua Merdeka) diperkirakan menurun drastis. Walau demikian, konflik antara pemerintah Indonesia dan OPM belum menemukan titik terang, dan situasi di Papua masih sangat tidak stabil.

“SELIDIKI KELOMPOKNYA”

Kelompok Gadungan dibalik gerakan Intelijen Indonesia, jika ingin mau mendalami tentang perjuangan Papua bahwa, kelompok Gadungan dibawah pimpinan Jeffrey Bomanak adalah kelompok permainan perjuangan dari dekapnya kolonialisme. Sebab sejak Jeffrey menjabat panglima OPM pusat dia selalu membincangkan komprehensif tentang perjuangan Papua di program Intelijen Indonesia melalui PARADOX PAPUA, jadi, bagi anak-anak muda yang masih darah segar untuk ingin memperjuangkan hak-hak rakyat Papua dan kebebasan Papua mesti menyadari.

Informasi tentang kepemimpinan OPM mulai dari panglima pusat dan panglima daerah serta turun sampai pos-pos seringkali tunduk pada spekulasi dan sumber yang jelas, sehingga pasti untuk menentukan secara akurat kapan seseorang diangkat menjadi pemimpin organisasi ini.

Namun demikian, Jeffrey Bomanak diyakini telah menjadi anggota senior di pusat kepemimpinan OPM selama beberapa tahun sebelum ia mulai memisahkan diri dengan membentuk kelompok bersenjata (OPM) terpisah.

Dalam posisinya yang kuat sebagai mantan kepala distrik dan anggota senior di OPM, Bomanak kemungkinan besar memiliki kerja sama Intelijen Indonesia karena kelompoknya pengaruh yang besar dalam gerakan (Organisasi Papua Merdeka), termasuk di OPM pusat (tingkat diplomat).

Saya berharap penjelasan ini dapat membantu.
Panglima OPM pusat : Sebby Sambom
Panglima OPM Daerah : Damianus M Yogi
Makodam OPM Wilayah : Yulius M Yogi

Penulis : BOAS YOGI