
NABIRE, YOBONEWS – Ketiga pejuang ini kepergianya hampir di waktu yang tidak berjarak jauh, Leonie Tanggahma, Yoni Wonda dan Filep Karma , ketiga pejuang dan Tokoh yang penting bagi perjuangan Papua ini telah pergi untuk selamanya.
Leonie Tanggahma, perempuan hebat, pemberani yang menjadi diplomat dan bermukim di belanda, selama hidupnya berjuang untuk Papua Merdeka, dan sampai pada akhirnya meninggal diruangan kerjanya di Belanda.
Yoni Wonda menghabiskan waktu di dalam penjara kali sosok Surabaya bersama tapol lainya, ketika memproklamirkan negara Melanesia bersama Tokoh Papua Bpk Alm Thomas Wappay Wanggai.
Yoni Wonda seorang Tokoh pejuang yang selepas bebas dari penjara, masi terus berjuang menyatukan semua elemen baik itu kelompok pantai dan gunung serta menyatukan semua faksi yang berbeda demi satu kesatuan menuju Papua Merdeka.
Yoni Wonda pada akhirnya menghembuskan napas terakhir di Rumah sakit Dian Harapan Waena Jayapura, semasa hidup hingga mati, Yoni Wonda tetap memilih berada pada garis perjuangan bersama masyarakat dan aktivis demi cita-cita yaitu Papua Merdeka.
Filep Karma, pejuang yang satu ini di kenal dengan pejuang tanpa kekerasan. Anak dari mantan Bupati Jayawijaya dan Mantan Bupati Yapen Waropen Andarias Karma ini, hampir sebagian hidupnya di pertaruhkan untuk berjuang.
Peristiwa bersejarah yang akan terus di ingat adalah ketika almarhum memimpin pengibaran bendera di tower PDAM biak. Sebagai seorang PNS, alamrhum tidaklah peduli, semua itu dilakukan demi menuntut hak politik yang di rampas oleh mereka yang rakus.
Perjuanganya membuat Ia harus di tembak kakinya, tapi Ia tidak undur selangkah, bahkan terus maju hingga harus masuk penjara. Dalam penjara pun alamarhum masi terus melakukan perjuangan meski terkurung.
Selepas keluar dari masa tahanan karena perjuangan, alamarhum tidak berhenti, tapi tetap aktif dan terus menerus melakukan perjuangan dengan cara yang santun dan damai, tanpa kekerasan.
Ketiga pejuang yang gagah berani ini memegang teguh ideolgi, walau di kejar di buru, di jeblos kedalam penjara tidak membuat mereka mundur, mereka tetap membuat api perjuangan itu tetap menyala, dan tidak boleh padam.
Semasa hidup mereka di habiskan untuk berjuang demi Papua Meredeka. Mereka berjuang demi selamatkan Tanah dan Rakyat Papua, yang masi terkurung dalam penjajahan, dan mereka berjuang demi kebebasan atau kemerdekaan.
Kini mereka bertiga bersama pejuang lainya telah pergi mendahului, namun perjuangan mereka tidak berakhir, tetapi terus berlanjut dan akan di lanjutkan oleh segenap orang Papua yang sadar akan penderitaan dan ketidak adilan.
Pejuang-pejuang itu telah mati, namun api perjuangan dan semangatnya tidak bisa mati. Api itu masi tetap menyala dan di jaga agar tidak padam. Perjuangan mereka akan di lanjutkan sehingga mencapai tujuan yang di harapkam.
Para pejuang yang telah mati mendahului, mereka sudah menunjukan jalan, bagai mana cara berjuang, mereka telah tunjukan keberanian, kejujuran, konsosten dan komitmen yang tinggi untuk terus berjuang.
Para pejuang ini bersedia menjadi martir atau syahid demi rakyat dan tanah yang mereka cintai dan kasihi dengan segenap jiwa dan raga. Kemerdekaan dan kebebasan menjadi cita-cita yang sangat utama untuk di perjuangkan.
Dasar atau fondasi kebenaran, telah mereka letakan, agar para penerus menjadi kokoh dan kuat diatas fondasi tersebut. Mereka telah tunjukan bahwa yang mereka berjuang atau lakukan adalah kebenaran agar hal yang benar itu bisa terwujud.
Perjuangan mereka masi tetap di lakukan oleh para pejuang yang masi hidup. Walau para pejuang ini telah tiada namun perjuanganya tetap ada dan terus akan di lanjutkan. Sebab dasar dari perjuangan adalah hak dan kebenaran.
Perjuangan itu tidak pernah mati, walau para pejuangnya sebagian telah mati, perjuangan itu tetap hidup karena di teruskan oleh mereka yang masi hidup dan terus melakukan hingga perjuangan itu mendapatkan hasil.
Pata satu tumbuh seribu, hilang satu, gantilah seribu, begitulah yang terjadi saat ini di Tanah Papua. Manusianya bisa mati, tapi ideologi tidak bisa mati, akan hidup selamanya. Kematian mereka adalah kemenangan bangsa Papua.
Selamat jalan pejuang hebat, orang-orang berani, nyali mu tak bisa di ukur, sebab telah terbukti. Perjuangan mu kini akan di teruskan hingga cita-cita bersama bisa terwujud sebagai bangsa Papua.
Penulis : Emil E Wakei
